Persegi di tengah kota

Cerita tentang pendakian selalu menyenangkan. Entah lewat pendengaran atau mata yang berkeliaran diatas tulisan. Mereka terlalu pandai merangkai kata indah tentang bagaimana bercumbu dengan alam atau bahkan sekedar menyapa angin malam yang mereka deskripsikan selalu dingin. Ada kalimat tentang bagaimana perjalanan mereka mulai dengan melalui satu pos ke pos lain, merangkak di atas tebing kemudian [...]

Iklan

Perempuan di persimpangan

Teruntuk tiang jalan yang menjadi saksi kala senja menyapa. Saat jarum jam tak pernah berhenti berdetak, rasanya sama semacam kekakuan saat dua mata saling bertautan.  Daun gugur ikut menjadi saksi bisu. Perihal sepasang kaki yang berayun dibawah bangku halte saat merah merkah mewarnai langit. lensa kamera tak mampu menjelaskan cerita apa sore ini. Seorang perempuan [...]

Kalimat 

Berlebihan katanya, selalu melibatkan hati di setiap kalimatnya. Kalau tak pakai hati, lalu bagaimana caranya kau memaknai hidup yang tak berarti ? Bukankah manusia sekarang lebih senang berkata dari pada mendengar. Kau pikir dilan itu terkenal karena apa? Bukan karena tingginya yang semampai atau bahkan wajahnya yang tampan. Dilan hanya berhasil menguntai kata menjadi kalimat kosong [...]

Romantisme yang terlewat

Jika sudah terlewat,kau bisa apa? -aku Dibelahnya hujan yang terus turun membasahi bumi. Airnya mengalir membasahi alas kaki tetes demi tetes. Payung hitam setia menggenggam telapak tangan yang mulai keriput karena hujan.  Menapaki jalan setapak yang mulai sepi pengunjung. Semestinya ada suasana romantis disaat seperti ini, apa daya jiwa ini yang sedang sendiri. Lalu raganya [...]

Air hujan semalam

Malam tadi hujan, bodohnya aku sampai tak sadar ada air yang turun dari langit semalaman. Kutarik selimut sampai menutupi hampir seluruh tubuhku. Ya,aku masih terlilit selimut selepas subuh tadi. Gorden jendela yang sudah kubuka menampakan langit yang berubah warna. Hitam lalu biru kelam kemudian biru cerah. Kunikmati setiap prosesnya. Burung saling bersautan diluar sana, ada [...]

Sendiri

Dibiarkannya kapal itu ketepian. Ingin rasanya kembali menyeretnya ke tengah lautan, agar terombang-ambing menikmati arus. Tapi ditahan oleh seseorang dibelakang. Dia berucap aku sedang lelah. biar mataku tak pernah sebesar lautan, tapi semoga ada hati yang seluas samudra. Orang lain tak perlu tahu setiap kisahku, beberapa diantara mereka tak pernah benar-benar Peduli.... Ada yang bosan menatap [...]

Kau dan Garis waktu

Siapa yang terakhir? -aku Sang pujaan tak juga datang, penantianku berbuah lara. Kau siram cahaya rembulan malam itu hanya lewat mimpi semalam. kemudian kutarik selimut dalam-dalam, berusaha tidur ditepi penantian. Tak pernah tahu apa yang sebenarnya ku tunggu. Entah hembusan nafas yang keberapa sudah kubuang, semoga kau datang tepat sebelum jodoh yang lain menjemput.  Mari [...]